Cristiano Ronaldo Latest News
Poor C.Ronaldo! He's in the middle of trouble.
MU mempertegas bhw mrk tdk akn melepas Ronaldo dari klub mereka. Sedangkan Real Madrid malah jual mahal. Pernyataan bahwa Ronaldo kemungkinan tdk akn bermain lagi di MU, membuat pihak MU mengeluarkan statement bahwa mrk tdk akn membiarkan pemain terbaik mereka hilang begitu saja and Cristiano juga sudah menandatangani kontrak sampai tahun 2010, MU mengharapkan Ronaldo menghormati kontrak tersebut. Di pihak Ronaldo sendiri, ia merasa tertekan oleh pers Inggris dan ia menyatakan bhw ia tdk mungkin main di tempat dimana orang orang tdk menginginkannya untuk bermain. Terlebih lagi pendukung England di piala dunia kemarin bersikap begitu arrogant, terlihat sewaktu Ronaldo menggiring bola terdengar gemuruh suara yg tidak menyenangkan. Sampai weekend ini Ronaldo belum mengeluarkan statement.(ella)
APA SALAH CRISTIANO?
- He run 40 meter
- His provocation to the referee
- He winked his teammates
- He's a Diver
explain to me, please.
Setiap wasit didunia if they saw what Rooney did, they will give him a red card. I mean dia dikerubungin 2 defender portugal, gak ada yg ngebantuin, pasti dia emosi bgd. Bayangin aja! he hold carvalho's foots, nginjek ITUNYA pula. Lagian wasitnya berada 1 meter dari Rooney. JADI WHATEVER RONALDO SAID TO THE REFEREE GAK ADA PENGARUHNYA.
And the wink thing. Ella pikir PEMAIN MANA YG GA SENENG NGELIAT ANCAMAN TERBESAR DLM PERMAINAN MEREKA DIKELUARIN DARI PERTANDINGAN. I mean common RONALDO JUGA MANUSIA!..
And this is what Scolari said about the DIVING and Rooney things.
Asked what he thought about the persistent diving accusations, Scolari replied: 'And Thierry Henry doesn't dive?'One of Ronaldo's best characteristics is his dribbling. He is a very good dribbler. Just like any other players he sometimes falls down which is very common and natural.
'But he is not what every journalist calls him. He is not a diver. There are many players that are much worse and they are pictured like saints.'
The former Brazil boss has credited Manchester United boss Sir Alex Ferguson as the main reason behind Ronaldo's superb development.
'Ronaldo has been having a great tournament,' hailed Scolari. 'He has improved a lot and developed more skills, also since joining Manchester United and working with Ferguson and (assistant coach) Carlos Queiroz.'
Scolari, who has not yet made up his mind on a potential contract extension after the tournament, believes there is still a lot more to come from the 21-year-old.
He continued: 'He is on the path to become one of the best players until and in the next World Cup, if not before that.'
The charismatic coach believes it was the player's problems with the English media which cost Ronaldo a better finish in the Best Young Player Award.
Scolari added: 'I would have chosen Ronaldo. But he has this issue with the English which is totally absurd. Any referee in the world would have given that red card to Rooney in that situation. It was not Ronaldo's decision.
'I feel sorry for him.'
Scolari fears the playmaker might become a target if he continues to play for Manchester United.
The coach observed: 'There might be problems in England now with the fans and the pressure.'
YOU KNOW WHAT!? JUST ACCEPT WHAT ENGLAND HAVE REACHED. THAT THEY DIDN'T MAKE IT TO THE SEMI-FINAL. CUT IT OFF ENGLANDERS. (ella)
Juventus turun ke seri B
Nasib memang nasib.Pengadilan sudah mengambil keputusan yg memutus asakan pihak Juventus. Juventus resmi turun dari seri A ke seri B dengan penalti pengurangan 30 poin. Pelatih Juventus Didier Deschamps menyatakan bahwa tidak mungkin membawa Juventus ke seri A dalam tempo 1 tahun. Apalagi dengan terkoyaknya pemain" andalan Juventus. Akibat dari pengaturan skor ini memang besar. Buktinya Pessoto mantan pemain Juventus Gianluca Pessoto sampai sampai mencoba bunuh diri.
Juventus dikabarkan mengadakan obral besar-besaran. Fabio Capello mantan pelatih Juventus yg sekarang bersama Real Madrid membuka jaringan bagi kepindahan beberapa pemain utama Juventus seperti Fabio Cannavaro, Gianluigi Buffon,dan Gianluca Zambrotta. Hingga Minggu 16 July lalu baru Fabio Cannavaro yg dipastikan akan bermain di klub raksasa Spanyol ini. Defender cakep ini memang dilirik oleh Chelsea and AC milan. Tapi Capello mengontak bos Real Madrid, Ramon Calderon untuk memastikan keberadaan Cannavaro di markas Real Madrid untuk musim kompetisi mendatang.
Keren donk klo ampe Cannavaro satu team ama Cristiano Ronaldo. Mantep bener buat ella.HOHO. Buy one get one free. (ella)
Materazzi Dibotakin
Zidane has made an unforgettable history during his retirement. Zidane's headbutt. HAHA. Zidane has made an apologize especially for the kids who watched the game. Yeah headbutt is totally unrecommended thing. But I have a great news for Zidane fans. The red card DICABUT a.k.a he have no red card, sebagai kompensasi Zidane melakukan kegiatan amal bersama UNICEF. And they both got forfeit. Zidane pays 3300 euro but Materazzi pays 6600 euro *denger-denger. WHY?. This is the THING.
Materazzi menanggapi pengakuan tertulis Zidane ke FIFA. Materazzi datang ke markas FIFA dan sepertinya mengakui bhw dirinya ikut terlibat dalam emosi Zidane. Jadi FIFA menarik kesimpulan bhw apa yg dilakukan Materazzi juga merupakan bentuk pelanggaran atau lebih condong ke pelecehan. FIFA ingin bertindak adil, jadi Materazzi tdk dikenakan kartu merah yg berfungsi menangkal pelanggaran tapi dia dikenakan DENDA yg lebih banyak. Kelakuan Materazzi mengingatkan diriku sama yg Totti lakukan pada zama dahulu *halah* Totti sempet ngeludahin pemain Swiss atau mana gitu dech. Akibatnya Totti dilarang main 4 kali. Terus ada De Rossi yg menyikut pemain US ampe berdarah-darah.HOHO
ITALY ITALY
Permainan mereka memang beda ama yg lain. Penuh dendam, amarah, haus juara. Buktinya adanya kasus Calciopoli berkali-kali. Segitunya yach mereka pengen jadi pemenang. Tapi itu yg ella suka dari ITALY. Mereka ANCAMAN TERBESAR lawan mereka. They'd do anything for love. EHH SALAH. They'd do anything for trophy.(ella)
Cannavaro, Pahlawan Italia yang Sesungguhnya
Keberhasilan Italia meraih Piala Dunia untuk keempat kalinya tak bisa dibilang andil satu atau dua pemain. Bahkan, tidak juga mutlak karena sosok genius Pelatih Marcello Lippi.
Namun, jika ada satu pemain yang pantas disebut sebagai pahlawan Italia yang sesungguhnya selama di Jerman, kapten tim Fabio Cannavaro-lah orangnya. Sosoknya sebagai pemain belakang mungkin kalah tenar dibandingkan dengan Francesco Totti, Andrea Pirlo, atau bahkan Luca Toni, muka baru di Gli Azzurri.
Peran sebagai pemain belakang yang membuat nama Cannavaro kalah tenar. Dalam sepak bola internasional, seberapa besar pun peran pemain, kalau dia hanya bertugas di belakang, nilai jualnya masih kalah dibandingkan dengan pemain tengah atau depan. Maka, wajar kalau sampai sekarang rekor pemain termahal tak pernah dipegang pemain belakang.
Namun, kalau bicara seberapa besar kontribusi Cannavaro sebagai bek tengah terhadap performa Italia di Jerman, siapa pun pasti memberi acungan jempol. Mari kita lihat statistik teknis Cannavaro.
Bersama kiper Gianluigi Buffon, Cannavaro tak pernah absen satu detik pun dalam tiap pertandingan Italia di Piala Dunia. Dua pemain tersebut mencatat waktu bermain 690 menit dari tujuh kali pertandingan Italia.
Sebagai pemain belakang, kerja Cannavaro sangat rentan kartu kuning dan kartu merah karena dia bertugas menghentikan tiap serangan pemain lawan ke daerah pertahanan Italia. Namun, catatan Cannavaro sungguh mencengangkan. Dia melakukan 31 kali tackling dan hanya 11 kali yang dianggap pelanggaran. Tanpa satu kartu kuning pun. Jika mempertimbangkan posisinya sebagai pemain belakang, dia pantas diganjar penghargaan fair play untuk kerjanya.
Cannavaro memang tak mencetak satu gol pun untuk Italia, tetapi berkat dia, gawang Gli Azzurri hanya kebobolan dua gol (di luar babak adu penalti) selama di Jerman. Itu pun satu gol bunuh diri (Cristian Zaccardo) dan satu gol penalti Zinedine Zidane.
Kinerja Cannavaro memang mengagumkan. Apalagi bila mengingat usianya yang tak muda lagi. Pemain kelahiran 13 September 1973 ini merupakan pemilik caps internasional terbanyak di tim (100). Dia pemain tertua ketiga setelah kiper cadangan Angelo Peruzzi dan striker Filippo Inzaghi. Usia tua bukan halangan. Striker-striker lawan yang usianya jauh lebih muda merasakan betul bagaimana sulitnya melewati Cannavaro. Tanyakan saja kepada Lukas Podolski atau Thierry Henry.
Postur Cannavaro sebenarnya kurang ideal untuk seorang bek tengah. Dengan hanya memiliki tinggi 175 sentimeter, posturnya terlihat njomplang jika dibandingkan dengan duetnya di sentral pertahanan Italia, Marco Materazzi (193 sentimeter). Namun, Cannavaro menutupi kelemahan fisiknya dengan kemampuan teknik yang prima; tackling sempurna, antisipasi cepat, dan pandai membaca permainan.
Banyak yang menganggap Cannavaro-lah yang pantas meraih penghargaan pemain terbaik sepanjang turnamen dibandingkan dengan Zinedine Zidane yang menodai partai final dengan tandukan kepala ke dada Materazzi. "Fabio Cannavaro adalah pemain terbaik di Piala Dunia. Memang, ini turnamen tanpa satu pemain pun yang tampil dominan, tetapi Fabio tampil luar biasa," ujar legenda Argentina yang juga pemain terbaik tahun Piala Dunia 1986, Diego Maradona.
Gelar juara dunia rasanya sudah cukup bagi pemain yang ikut terseret skandal sepak bola di negerinya itu. "Bagi saya inilah karier tertinggi dalam sepak bola. Kemenangan ini terasa lebih manis dari semua yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir," ujarnya.(kompas)
"Cannavaro is the world's best defender in the World Cup's best defence, and the player of the tournament."
Quote from espn.com
No comments:
Post a Comment